
Pertolongan Pertama Gigitan Ular Berbisa: Panduan Lengkap untuk Tenaga Kesehatan
Gigitan ular berbisa masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia.
8 Jul 2026 • 139 views
Dengan EWS, perawat memiliki alat objektif untuk mengukur tingkat kewaspadaan secara sistematis — bukan hanya berdasarkan firasat klinis. Sistem ini sudah diwajibkan dalam Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS Edisi 1.1 dan 2.0) melalui Elemen Penilaian SKP 2, serta didukung oleh Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 11 Tahun 2017 tentang

Seorang pasien post-operasi tiba-tiba mengalami penurunan kesadaran di ruang rawat inap. Perawat jaga yang pertama kali menyadari — namun tanpa sistem skrining yang terstandar, tanda-tanda awal perburukan sering terlewat hingga terlambat. Inilah mengapa Early Warning Score (EWS) menjadi game-changer dalam keselamatan pasien di rumah sakit dan puskesmas Indonesia.
Dengan EWS, perawat memiliki alat objektif untuk mengukur tingkat kewaspadaan secara sistematis — bukan hanya berdasarkan firasat klinis. Sistem ini sudah diwajibkan dalam Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS Edisi 1.1 dan 2.0) melalui Elemen Penilaian SKP 2, serta didukung oleh Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 11 Tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien. Mari kita pahami cara kerja, parameter, dan eskalasi klinis EWS yang harus dikuasai setiap perawat.
1. Apa Itu EWS dan Mengapa Penting?
EWS adalah sistem skoring fisiologis berbasis bukti yang menilai tanda-tanda vital pasien secara berkala. Semakin tinggi skor, semakin besar risiko perburukan klinis. Sistem yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah Modified Early Warning Score (MEWS) dan National Early Warning Score (NEWS/NEWS2) yang direkomendasikan oleh KARS dan Kemenkes.
Data: Studi di RSUD Dr. Soediran Mangun Sumarso, Wonogiri, mencatat penurunan kasus cardiac arrest tak terduga dari 3,5 per 1.000 rawat inap menjadi 1,2 per 1.000 setelah implementasi EWS. (Sumber: Laporan Implementasi Patient Safety RSUD Wonogiri, 2023)
2. Parameter Apa Saja yang Dinilai?
NEWS2 menggunakan 7 parameter utama yang mudah diukur di samping pasien:
| Parameter | Kisaran Normal | Skor Maks |
|---|---|---|
| Frekuensi Napas (RR) | 12–20 x/menit | 3 |
| Saturasi Oksigen (SpO₂) | ≥96% | 3 |
| Suplementasi Oksigen | Tidak | 2 |
| Suhu Tubuh | 36,1–38,0°C | 2 |
| Tekanan Darah Sistolik | 111–219 mmHg | 3 |
| Denyut Nadi (HR) | 51–90 x/menit | 3 |
| Tingkat Kesadaran (ACVPU) | A (Alert) | 3 |
Catatan: Untuk pasien dengan PPOK, terdapat skala SpO₂ terpisah (Scale 1/2) agar akurat.
3. Cara Membaca Skor dan Eskalasi Klinis
Setelah skor dijumlahkan, perawat harus segera bertindak sesuai trigger eskalasi:
Sumber: Panduan Nasional Keselamatan Pasien (PNKP) & SNARS Edisi 2.0 — Komisi Akreditasi RS (KARS)
4. Tantangan Implementasi di Puskesmas
Hasil studi di 6 rumah sakit (Jurnal Keperawatan Indonesia, 2024) menunjukkan bahwa EWS meningkatkan kepercayaan diri tenaga kesehatan dalam melakukan eskalasi klinis. Namun, dokumentasi masih menjadi titik lemah.
Di puskesmas rawat inap, tantangan lebih besar. Survei di beberapa kabupaten (DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur) menemukan: - Beban kerja tinggi menghambat pencatatan berkala - Kurangnya kepercayaan diri perawat dalam interpretasi skor - Tidak ada jalur eskalasi yang jelas — laporan ke dokter sering tidak mendapat respons - Tidak ada pelatihan berkala EWS untuk perawat puskesmas
Solusi: Beberapa puskesmas yang berhasil menerapkan EWS memiliki tiga faktor kunci — surat keputusan kepala puskesmas, formulir EWS tercetak, dan pelatihan in-house berkala per triwulan.
5. Tips Praktis Menggunakan EWS di Shift Jaga
| Sebelum | Sekarang |
|---|---|
| "Aneh, pasien ini kelihatannya sesak." | "Skor EWS 6 — saya harus lapor dokter sekarang." |
| "Saya rasa tensinya turun." | "TD 90/60, skor 3 — tingkatkan monitoring." |
| "Coba lihat nanti jam 4." | "Skor naik dari 3 ke 5 dalam 2 jam — eskalasi." |
Checklist Cepat EWS: - [ ] Hitung skor setiap pergantian shift dan saat ada perubahan kondisi - [ ] Gunakan grafik EWS standar (formulir SNARS) - [ ] Jangan tunda eskalasi jika skor ≥5 — bicara langsung ke dokter - [ ] Latih diri membaca tren, bukan hanya skor tunggal
EWS bukan sekadar formulir — ini adalah bahasa bersama antara perawat dan dokter untuk mengenali pasien yang memburuk lebih awal. Dengan disiplin menggunakan EWS, Anda tidak hanya memenuhi standar akreditasi, tetapi menyelamatkan nyawa. Mulailah dari satu pasien per shift. Biasakan, dan jadikan EWS sebagai kebiasaan klinis Anda.
Butuh pelatihan K3 untuk tenaga kesehatan? HMS menyediakan pelatihan Early Warning Score, Patient Safety, dan Clinical Escalation untuk rumah sakit dan puskesmas.
Cari dan ikuti jadwal pelatihan terbaru kami di halaman resmi PT. HMS melalui tombol dibawah ini
untuk edukasi tenaga kesehatan Indonesia.
Cari dan ikuti jadwal pelatihan terbaru kami di halaman resmi PT. HMS melalui tombol dibawah ini

Gigitan ular berbisa masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia.
8 Jul 2026 • 139 views

Sertifikasi Hiperkes merupakan kualifikasi wajib bagi tenaga medis yang ingin berkarir di bidang kesehatan kerja. Artikel ini menjelaskan secara detail syarat, kurikulum, prosedur, hingga peluang karir yang terbuka setelah memiliki sertifikasi ini.
6 Jul 2026 • 1592 views

Daftar segera untuk Pelatihan Hiperkes Online Oktober 2025 dan dapatkan sertifikat resmi Kemnaker. Dapatkan hadiah gratis menarik.
25 Jun 2026 • 690 views